Showing posts with label Forensic. Show all posts
Showing posts with label Forensic. Show all posts

Ballistics Forensic

Ilmu forensik memiliki cakupan yang cukup luas dan memiliki cabang-cabang ilmu sendiri. Kali ini penulis akan membahas sedikit mengenai forensik ballistik. Di dunia detective, tentunya istilah ballistik ini sudah tidak asing lagi dan telah menjadi hal penting dalam penyelidikan suatu kasus. Di film serial detective seperti CSI, NCIS, Sherlock BBC, kita dapat melihat bagaimana laporan ballistik sangat berperan untuk memecahkan suatu kasus tertentu. Ballistics Forensic adalah suatu studi forensik yang menangani senjata api dan bahan peledak lainnya meliputi jenis senjata, kemampuan senjata, cara menggunakannya, serta mekanisme dan detail lainnya untuk mengungkap suatu kasus atau penyelidikan lainnya. 



Dalam ilmu ballistik ini, kita dapat mengetahui jenis senjata yang digunakan dari suatu kejadian. Jenis senjata biasanya dapat dilihat dari jenis peluru (dan kaliber) yang digunakan, luka yang ditinggalkan korban, serbuk mesiu yang tertinggal dan barang bukti lainnya. Setiap senjata api umumnya memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Senjata api biasanya meninggalkan bekas yang khas pada pelurunya, seperti sidik jari, bekas yang tertinggal pada peluru takkan sama jika dihasilkan oleh senjata lain. Jika jenis senjata apinya sudah diketahui, maka penyelidikan akan lebih mudah.

Ballistics forensic juga dapat mengungkap jarak dan sudut penembakan. Serbuk misiu yang tertinggal dapat membantu identifikasi jarak penembakan, jika terdapat serbuk misiu pada tubuh /pakaian korban, bisa disimpulkan bahwa penembakan dilakukan dari jarak dekat. Dari jenis peluru juga bisa kelihatan apakah senjata yang digunakan tipe jarak dekat-sedang atau jauh. Sudut pada luka korban dapat menunjukkan tinggi dan keadaan lainnya saat penembakan.

Ballistics forensic kini sudah berkembang dengan pesat dan juga mencakup ilmu fisika, kimia dan ilmu sains lainnya dalam mengembangkan ilmunya. Semoga dengan perkembangan ilmu ballistik ini juga sejalan dengan jumlah kasus-kasus yang dapat dipecahkan.

Coba juga lihat video berikut untuk mempelajari sekilas mengenai ballistic !
(Video berbahasa inggris) 


Jenis senjata dan peluru untuk sementara dapat dilihat pada link-link berikut.

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_firearms
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_handgun_cartridges
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rifle_cartridges
https://en.wikipedia.org/wiki/Category:Shotgun_shells

Sekian,
Thanks for the attention.

Read More

Sidik Jari (Fingerprint) Part-2 : Basic

Analisis sidik jari sangat berperan dalam kegiatan investigasi dan terbukti telah mampu membantu memecahkan  kasus-kasus kriminal di dunia. Sidik jari yang secara sengaja ataupun tidak sengaja membekas di suatu objek mungkin dapat berbicara banyak dibandingkan saksi ataupun bukti lainnya. Oleh karena itu, analisis sidik jari menjadi bagian yang penting dalam ilmu forensik. 


Adapun pola sidik jari secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut.

1. Loop
Pola sidik jari yang memiliki garis lengkungan yang tajam di pusatnya.


2. Arch
Pola sidik jari dengan garis-garis dari sisi kiri hingga ke kanan dengan bantuk gelombang dipusatnya.


3. Whorl
Pola sidik jari memutar yang terbentuk dari 2 garis pada pusatnya.



Sidik jari hampir dapat di deteksi di segala objek ; baik objek padat, liquid dan lainnya. Secara umum, jenis sidik jari dapat dikategorikan sebagai berikut.

1. Patent Prints
Patent prints merupakan sidik jari yang dapat langsung dilihat oleh kasat mata tanpa alat bantu. Biasanya para ahli forensik akan langsung memotretnya sebagai analisis.
Contoh : Sidik jari yang tertempel pada darah, tinta, tanah dll.

2. Latent prints

Latent Prints merupakan sidik jadi yang tidak dapat dilihat langsung secara kasat mata dan biasanya harus menggunakan alat bantu tertentu. Para ahli forensik akan menggunakan suatu bubuk, atau reaksi kimia atau pencahayaan tertentu untuk melihat sidik jari yang tertempel pada suatu objek.
Contoh : Sidik jari yang tertempel pada tubuh manusia, meja, dll.



Lihat video yang saya temukan dalam youtube, yaitu bagaimana proses para ahli dalam mendeteksi latent prints.


Mengenai cara membandingkan sidik jari akan dibahas dalam post-post selanjutnya.

Sekian,
Thanks for the attention.
Read More

Luminol (With Tutorial)

Di dalam dunia detective pasti kita sering mendengar mengenai luminol. Cairan tersebut biasanya digunakan untuk keperluan forensik. Mengapa luminol diperlukan dalam ilmu forensik ? Apa fungsi utama luminol dalam penyelidikan seorang detective ? Penulis akan mengulas lebih dalam mengenai zat luminol ini.













Luminol (C8H7N3O2) adalah sebuah zat kimia yang mampu mendeteksi keberadaan unsur-partikel darah dari suatu objek. Luminol digunakan untuk mengungkap jejak darah yang mungkin tersembunyi dari indera kita. Zat ini termasuk jenis zat chemiluminescence, yang artinya ia akan mengeluarkan cahaya jika bereaksi dengan suatu zat. Dalam hal ini Luminol akan bercahaya jika bersinggungan atau bereaksi dengan hemoglobin dalam darah. Hemoglobin darah menjadi sebuah katalisator bagi Luminol untuk bercahaya

Biasanya zat Luminol berbentuk bubuk dan dicampurkan dengan cairan Hidrogen Peroksida. Reaksi kedua zat tersebut akan mampu mendeteksi jejak darah dengan mengeluarkan cahaya berwarna biru di dalam kegelapan. Dengan cahaya ini tentunya akan membantu penyelidikan para investigator dan detective untuk mengungkap suatu kasus.

Prosedur penggunaan Luminol dapat anda lihat dalam video berikut ini :



Update :



Ternyata selain darah, zat luminol juga bereaksi terhadap pemutih pakaian, feses, urin dan horseradish (sejenis lobak).



Sekian,
Thanks for the attention.

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Luminol
https://id.pinterest.com/pin/97812623136508931/
Read More

Kebutuhan Forensik dengan menggunakan Belatung

Dunia detective pastinya memerlukan keahlian forensik untuk mengungkap suatu kasus pembunuhan ataupun yang lainnya. Biasanya forensik dilakukan dengan bahan kimia ataupun teknologi canggih. Namun ada juga yang menggunakan hewan tertentu dalam melakukan forensik ini, salah satunya adalah Belatung. Ternyata hewan yang bernama Belatung ini memiliki banyak kemampuan untuk membantu penyelidikan forensik bagi para detective.

Yang dapat diungkap oleh belatung antara lain :
1. Waktu Kematian
2. Penyebab Kematian
3. Lokasi Kematian
4. Identitas korban dan pelaku













Penggunaan Belatung dalam Forensik



1. Waktu Kematian

Untuk mengetahui waktu kematian tanpa ada bukti ataupun saksi mungkin tidak mudah dan hasilnya mungkin kurang akurat. Selain hanya dengan melihat keadaan korban, belatung tentunya dapat memberikan kontribusi yang baik dalam membantu memprediksi waktu kematian.

Caranya : memeriksa alat pernafasan belatung, sebab alat pernafasan ini terus mengalami perubahan sejalan dengan waktu. Tentu saja yang bisa mengetahuinya adalah para ahli forensik.

2. Penyebab Kematian

Untuk yang satu ini, belatung benar-benar unjuk gigi, sebab mengungkap misteri penyebab kematian bukanlah hal yang mudah.

Caranya : Bagian tubuh mayat yang menjadi tempat paling favorit berkumpulnya belatung merupakan sebuah petunjuk penting. Belatung umumnya paling menyukai hidup dibagian mata, hidung, telinga, mulut. Intinya bagian berlobang dari tubuh, karena belatung suka kegelapan di lobang. Selain itu kita dapat juga memeriksa tubuh belatung untuk mendeteksi adakah suatu racun, bahan kimia ataupun penyakit yang dapat membunuh korban. Belatung juga dapat memberi petunjuk berupa bau dalam membantu penyebab kematian ini.

3. Lokasi Kematian

Belatung dapat membantu menentukan apakah lokasi ditemukannya mayat sama dengan lokasi kematian.

Caranya : mencocokkan jenis belatung atau serangga lain yang ditemukan di tubuh mayat dengan tipe lalat atau serangga lain yang hidup di sekitar lokasi ditemukannya mayat.

4. Identitas korban dan pelaku

Seringkali ditemukan tubuh mayat sudah tak berbentuk, sulit dikenal atau tanpa petunjuk identitas yang jelas. Sebagai contoh, mayat yang harus digali dari kuburan untuk sebuah visum. Untuk memastikan identitas mayat tersebut, belatung sangat berperan.

Caranya : karena kebisaan belatung yang mencerna jaringan tubuh mayat, maka saluran cerna belatung diperiksa melalui tes DNA untuk proses identifikasi. Selain itu belatung juga memakan cairan sperma atau cairan vagina, sehingga selain identifikasi korban belatung dapat juga digunakan untuk mencari identitas pelaku dalam kasus kekerasan seksual.

Untuk tingkat lanjutnya, kita perlu mempelajari ilmu forensik lainnya.

Sekian, 
Thanks for the attenttion.


Referensi :
http://www.beritaunik.net/unik-aneh/belatung-si-penyingkap-tabir-kematian.html
en.wikipedia.org/wiki/Forensic_science



Read More

Sidik Jari (Fingerprint) Part-1 : Introduction

Sidik jari merupakan hasil yang berupa gambaran struktur kulit yang tercipta dari sentuhan jari telapak tangan maupun telapak kaki. Setiap manusia di dunia memiliki sidik jari yang berbeda-beda bahkan dengan manusia yang telah tiada sehingga test sidik jari sangat akurat untuk penelitian dan investigasi mengenai identitas seseorang.

Ilmu yang mempelajari suatu sidik jari dinamakan daktiloskopi, dengan tujuan untuk mengidentifikasi identitas seseorang hanya melalui sidik jari. Proses identifikasi ini dilakukan baik dengan cara manual maupun dengan teknologi. Hal ini juga termasuk penyelidikan Forensik.


Fungsi sidik jari secara umum antara lain :
1. Sebagai tanda pengenal
2. Sebagai keperluan identifikasi
3. Sebagai keperluan medis

Daktiloskopi lebih lanjut akan kami bahas di post-post berikutnya.

Sekian,
Thanks for the attention.
Read More